BBPOM Jayapura Pastikan Takjil Ramadan Aman, 129 Sampel Lolos Uji

PERISTIWAPAPUA

Tampak foto BBPOM di Jayapura bersama DWP Kota Jayapura melakukan Intensifikasi Pengawasan Takjil, di depan Masjid Al Mahdi, Depan RS Angkatan Laut, Hamadi-Entrop, Senin (9/3).

Jayapura — Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Jayapura bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jayapura melakukan Intensifikasi Pengawasan Takjil yang dijual masyarakat selama bulan Ramadan.

Kegiatan pengawasan tersebut dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel dan pengujian langsung terhadap berbagai jenis takjil yang dijual di sejumlah titik penjualan takjil, salah satunya di depan Masjid Al Mahdi, Depan RS Angkatan Laut, Hamadi-Entrop, Senin (9/3).

Kepala Balai Besar POM di Jayapura, Herianto Baan, S.Si., Apt, mengatakan pihaknya bersama tim turun langsung ke lapangan untuk memastikan keamanan pangan yang dikonsumsi masyarakat.

“Kami melakukan sampling dan menguji secara langsung produk takjil yang beredar di masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pengujian dilakukan untuk memastikan takjil yang dijual tidak mengandung empat bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan olahan, yakni Rhodamin B, Methanyl Yellow, boraks, dan formalin.

“Tujuan dari sampling dan pemeriksaan ini adalah memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa produk takjil yang beredar aman untuk dikonsumsi dan tidak mengandung bahan tambahan yang dilarang,” jelasnya.

Herianto menyebutkan hingga saat ini pihaknya telah melakukan pengambilan sampel terhadap 190 produk takjil, di mana 129 sampel telah keluar hasilnya dan seluruhnya dinyatakan negatif dari bahan berbahaya.

“Hasil sementara menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat berdasarkan parameter uji yang dilakukan dan tidak mengandung empat bahan berbahaya yakni Rhodamin B, Methanyl Yellow, boraks, dan formalin,” katanya.

Ia menambahkan, berdasarkan tren pengawasan beberapa tahun terakhir, produk takjil yang beredar di Kota Jayapura relatif aman untuk dikonsumsi.

“Kalau kita lihat tren di Kota Jayapura, selama beberapa tahun terakhir kami melakukan sampling, belum ditemukan produk takjil yang mengandung bahan berbahaya,” ungkapnya.

Pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan di Kota Jayapura, tetapi juga menyasar wilayah lain seperti Sentani, Abepura, Kotaraja, serta Jayapura Selatan, dan akan dilanjutkan ke Kabupaten Keerom serta beberapa daerah lainnya.

Selain memastikan keamanan bahan pangan, BBPOM juga mengingatkan para pedagang agar memperhatikan kebersihan makanan yang dijual.

“Kami juga mengingatkan para penjual agar memperhatikan kebersihan makanan, misalnya memastikan makanan tidak dihinggapi lalat dan tetap terjaga higienitasnya,” ujarnya.

Dalam kegiatan inspeksi tersebut, BBPOM turut melibatkan Dharma Wanita Persatuan Kota Jayapura sebagai mitra dalam upaya sosialisasi keamanan pangan kepada masyarakat.

Menurut Herianto, DWP merupakan wadah perempuan yang memiliki peran penting dalam mengolah makanan bagi keluarga sehingga perlu mendapatkan edukasi terkait keamanan pangan.

“Kami melibatkan DWP Kota Jayapura agar ke depan dapat terjalin kerja sama yang lebih luas, termasuk sosialisasi mengenai obat dan makanan kepada para anggota sehingga informasi ini bisa terus disebarluaskan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan dilakukan dalam lima tahap selama lima minggu, termasuk setelah perayaan Idulfitri.

Hal tersebut dilakukan karena pada periode Ramadan hingga Idulfitri biasanya terjadi lonjakan kebutuhan pangan olahan di masyarakat, sehingga pengawasan perlu diperketat untuk mencegah peredaran produk kadaluarsa, rusak, atau tanpa izin edar.

“Dengan pengawasan ini kami ingin memastikan bahwa produk pangan olahan yang beredar di masyarakat benar-benar aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir saat membeli maupun mengonsumsi makanan tersebut,” katanya.

Sementara itu, Plt Ketua DWP Kota Jayapura, Nani Iriani M. Karim, menyampaikan apresiasi kepada BBPOM Jayapura atas upaya pengawasan keamanan pangan di Kota Jayapura.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Balai POM yang telah memperhatikan kebutuhan masyarakat Kota Jayapura dalam hal keamanan dan kenyamanan makanan yang beredar, khususnya selama bulan Ramadan,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan pengawasan tersebut dapat terus dilakukan untuk memastikan masyarakat mendapatkan makanan yang aman dan layak dikonsumsi.(Redaksi)