Bulog Papua Pastikan Ketersediaan Beras dan Minyakita di Pasar Tetap Aman
PROVINSIPERISTIWAEKONOMI


Pemimpin Wilayah Kanwil Papua Perum Bulog, Ahmad Mustari
Japura —Pemimpin Wilayah Kanwil Papua Perum Bulog, Ahmad Mustari, memastikan ketersediaan stok beras dan Minyakita di wilayah Papua aman selama bulan suci Ramadan hingga perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Ahmad Mustari menjelaskan, saat ini stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Papua mencapai 15.800 ton. Selain itu, terdapat pasokan beras yang masih dalam perjalanan dan berada di sejumlah pelabuhan, termasuk Pelabuhan Jayapura serta pelabuhan di beberapa cabang Bulog lainnya, dengan jumlah sekitar 12.300 ton.
“Sehingga total kesiapan stok kita secara keseluruhan mencapai kurang lebih 28.180 ton. Dengan jumlah ini, stok pangan di Papua diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga hampir empat bulan ke depan,” ujar Ahmad Mustari kepada media di Ruangan Kerjanya di Jayapura, Rabu (25/2).
Ia menambahkan, Bulog juga masih mengantisipasi tambahan pasokan beras yang sedang dalam perjalanan dari Makassar dan Surabaya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi keterlambatan distribusi akibat hari libur nasional menjelang Idulfitri.
“Di bulan puasa dan mendekati Lebaran tentu ada hari-hari libur yang harus kita antisipasi, jangan sampai terjadi keterlambatan pengiriman atau kekosongan stok,” tegasnya.
Dalam upaya menjaga stabilitas harga pangan, Bulog Papua bersama Satgas Pangan, Forkopimda, Dinas Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional.
“Kita sedang gencar menstabilkan harga pangan, baik arahan dari Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, maupun Satgas Pangan. Pemerintah betul-betul turun ke lapangan agar tercapai satu harga, baik beras medium maupun premium,” jelasnya.
Pemerintah, kata Ahmad Mustari, menginginkan harga beras tetap seragam dan terjangkau, termasuk di wilayah pelosok Papua.
Sementara itu, terkait distribusi Minyakita, Bulog Papua mengakui masih menghadapi kendala keterlambatan pengiriman dari produsen. Ahmad Mustari menyebutkan, pasokan minyak goreng dari PT Smart yang seharusnya masuk pada Januari 2026 sebanyak 513.000 liter, hingga kini belum seluruhnya terealisasi.
“Masuk Februari pun seharusnya kita kembali dipasok sekitar 513.000 liter, namun masih terjadi keterlambatan,” ungkapnya.
Hasil sidak di pasar menunjukkan, ketersediaan Minyakita di sejumlah outlet masih terbatas. Dari sekitar 20 outlet yang menjadi tanggung jawab Bulog di pasar, sebagian masih kosong karena stok yang terbatas. Jika tersedia, distribusi ke tiap outlet maksimal hanya 20 karton, yang ketahanannya hanya beberapa hari.
“Kami terus berkomunikasi dengan produsen di Jawa Timur agar distribusi ke wilayah timur, khususnya Papua, bisa dipercepat, apalagi menjelang Ramadan dan Lebaran,” katanya.
Terkait harga, Bulog menegaskan bahwa penjualan Minyak Kita di outlet resmi harus sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter. Meski ditemukan ada pedagang yang menjual seharga Rp16.000, hal itu diklaim sebagai pembulatan karena keterbatasan uang receh.
Saat ini, stok Minyakita, di gudang Bulog Papua masih kosong dan menunggu kedatangan empat kontainer yang diperkirakan tiba pada 27 Februari 2026. Namun, Ahmad Mustari menyebut jadwal tersebut masih bersifat estimasi dan bisa mengalami perubahan.
“Kita harapkan bisa segera masuk agar distribusi ke pasar kembali normal,” pungkasnya. (Redaksi)


