TIM SAR GABUNGAN BERHASIL TEMUKAN KORBAN YANG HILANG DI TERKAM BUAYA DI SUNGAI TAMI KOTA JAYAPURA PAPUA

PERISTIWABENCANA

Jayapura- Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan Korban warga Negara Papua New Gunea yang hilang akibat diterkam buaya di sungai Tami Distrik Muara Tami Kota Jayapura .

Korban atas nama David Pria 21 tahun tersebut sempat menghilang pada Selasa 10 Feb 2026 sekitar pukul 15.05 wit setelah di laporkan oleh warga sekitar. Bahwa ada warga Negara Papua New Gunea yang hilang di terkam buaya di suangai Tami Distrik Muara Tami Kota Jayapura.

Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih se hari tersebut akhirnya di temukan oleh Tim SAR dalam keadaan tidak bernyawa. Pencarian yang di lakukan tim setelah menyusuri aliran sepanjang sungai tami .

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jayapura, Anton, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada Selasa (10/02/2026) pukul 15.05 WIT dari David Prawar. Laporan menyebutkan seorang warga negara asing (WNA) asal Papua New Guinea bernama David (L/21) diterkam buaya saat memancing di Sungai Tami.

“Menurut keterangan rekan korban, sekitar pukul 11.00 WIT korban bersama beberapa temannya sedang memancing di tepi Sungai Tami. Tiba-tiba korban diterkam buaya dan terseret ke dalam sungai. Rekan-rekannya tidak sempat memberikan pertolongan,” ujar Anton.

Setelah menerima laporan, Tim Siaga Basarnas Jayapura langsung berkoordinasi dengan Polsek Muara Tami serta pihak keluarga korban. Tim kemudian menyiapkan peralatan, melaksanakan briefing, dan bergerak menuju lokasi kejadian dengan estimasi waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Peralatan yang digunakan dalam operasi pencarian meliputi rescue car, truk angkut, perahu karet, drone, serta peralatan SAR air dan pendukung lainnya.

Tim SAR tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan keluarga korban sebelum melakukan pencarian secara visual di sekitar jembatan dan sepanjang aliran sungai. Namun, karena kondisi sudah malam, pencarian dihentikan dan dilanjutkan pada Rabu (11/02/2026).

Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi tiga regu. Regu pertama melakukan pencarian menggunakan perahu karet di aliran sungai. Regu kedua melakukan penyisiran darat di sisi kiri dan kanan sungai sekitar lokasi kejadian. Sementara regu ketiga melakukan pemantauan udara menggunakan drone.

Korban akhirnya ditemukan oleh tim darat sekitar 1,22 kilometer dari lokasi kejadian awal dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Skouw sebelum dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura untuk penanganan lebih lanjut.

Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi tersebut terdiri dari Basarnas Jayapura, Polsek Muara Tami, Koramil Muara Tami, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

“ setetaah ditemukannya korban, operasi SAR dinyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing. Kami menyampaikan terima kasih atas kerja sama semua pihak,” pungkas Anton Anton.(nesta)